Newest Post

PMR

| Selasa, 08 November 2011
Baca selengkapnya »
Pembinaan PMR


PMR ; Relawan Masa Depan
Pembinaan PMR Pembinaan Palang Merah remaja Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut anggota PMR. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR: (1) Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.  (2) Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan. (3) Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI. (4).  Remaja adalah kader relawan.  (5).  Remaja calon pemimpin PMI masa depan.

Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan: (1)  Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter. (2) Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya. (3). Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.  (4) Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.  (5) Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Perekrutan anggota PMR berdasarkan target usia: (1) 10 - 12 tahun (PMR Mula), (2)  12 - 15 tahun (PMR Madya), (3) 15 - 17 tahun (PMR Wira)

Pelatihan PMI diarahkan pada peran PMR sebagai peer educator, peer leadership, peer support dan peer educator, dengan menekankan pada perilaku hidup sehat dan pengurangan risiko sesuai prinsip-prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Agar proses belajar dan kegiatan menjadi aktivitas kehidupan nyata yang dihayati dengan penuh kegembiraan membantu anggota PMR menikmati kegiatan dan membangun imajinasi tentang apa dan bagaimana seharusnya menjadi anggota PMR.

PMR

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 08 November 2011
With 0komentar

YIN YANG

|
Baca selengkapnya »
Catatan Dion Sultan Ciptadimulya

YIN YANG

Seorang pendekar tangguh di daerah China memakai jubah bergambar logo Yin Yang sedang bertarung melawan vampire, setelah bertarung cukup lama sang vampir akhirnya mulai lemah, saat sang pendekar akan melenyapkan vampire lalu…tok..tok…tok…hayoooo…belajar sana…!!!..orang tua saya menyuruh saya belajar…Itu lah saya pada saat masih SD. Saya sangat gemar nonton film silat mandarin, saking ngefans nya sama pendekar dalam film itu saya jadi suka dengan logo yin yang, harapan saya supaya bisa sakti seperti pendekar itu,harap maklum anak SD.

Pada saat saya di China, kembali saya menemui logo yin yang, bukan pada jubah, tapi pada buku yang ada di toko buku xin hua shu dian. buku itu membahas tentang filosofi Yin Yang, setelah saya baca buku itu saya semakin tertarik dengan filosofi Yin Yang yang ternyata memiliki makna luas dan luar biasa,yang membuat saya semakin tertarik ternyata ada beberapa filosofi Yin Yang tersebut ada kesamaan dengan kitab Al Quran ( walaupun ada beberapa pemikiran yang tidak sama dengan Al Quran )
Yin Yang lengkapnya di sebut Yin Yang Mao Dun Guan adalah filosofi Tiongkok kuno, merupakan ajaran yang di bawa oleh Lao Zi, seorang filsuf dari Tiongkok. Logo Yin Yang memang terlihat sederhana yaitu sebuah bulatan didalamnya terdapat gambar seperti gambar dua ikan, yang satu berwarna putih dan satunya berwarnya hitam, di dalam warna hitam ada titik warna putih dan di dalam warna putih ada titik hitam, namun dibalik logo yang “sangat sederhana “ itu terdapat makna yang luar biasa sekali. Filosofi tersebut menjadi dasar pemikiran masyarakat Tionghoa hingga hari ini, bahkan ilmu kedokteran tradisional Tiongkok pun ( Zhong Yi , dokternya biasa di sebut Shinse ) harus menguasai filosofi Yin Yang baru dapat memahami sistem pengobatan tradisional tersebut.
( Yin ) dalam Yin Yang menggambarkan sesuatu yang sifatnya dingin dan cenderung dingin,lemah, seperti: wanita, malam, dingin,dll dan ( Yang ) dalam Yin Yang menggambarkan sesuatu yang cenderung panas, kuat seperti : Pria, Siang, Panas. Sifat Yin dan Yang selalu bertolak belakang, namun penerapan dalam kehidupan Yin dan Yang harus imbang ( stabil ), apabila tidak stabil maka akan menimbulkan ketidak serasian dalam kehidupan. Dalam artikel ini saya hanya memaparkan sebagian saja makna yang terkandung dalam filosofi Yin Yang dan keserasiannya dalam Quran :
  1. Melambangkan adil : pada logo besar ikan yang ada di dalam lingkaran tersebut sama besar, ini melambangkan kita harus adil. Dalam Al Quran surat :
    • QS Al Maidah ; 8 : …………Dan jangan sekali kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil……
    • QS Al Maidah ; 8 : …Berlaku adillah, karena adil itu dekat kepada takwa
    • An Nahl ; 90 : Sesungguhnya Allah menyuruh ( kamu ) berlaku adil dan berbuat kebajikan…..
  2. Apa yang ada di alam semesta ini di ciptakan secara berpasang – pasangan, ada laki ada perempuan, ada siang ada malam, ada panas ada dingin,dll. Dalam Al Quran surat:
    • QS Ya sin ; 36 : Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan pasang – pasangan semuanya
    • QS Fathir ; 11 : Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang – pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah
  3. Di dalam warna hitam ada titik warna putih dan di dalam warna putih ada titik hitam, contoh yang paling gampang untuk membedah makna ini dapat di lihat pada kekuatan seseorang, sekuat kuatnya orang pasti memiliki kelemahan dan selemah-lemahnya orang pasti punya kekuatan.
  4. Menggambarkan keseimbangan, bahwa kehidupan ini harus seimbang, apabila tidak imbang maka akan terjadi ketidak serasian dalam kehidupan, ada yang dampaknya kecil ada yang dampaknya besar, salah satu contohnya adalah komposisi dalam tubuh kita, apabila kita makan dan minum secara berlebih dan agak ngawur maka dalam tubuh kita terjadi penyakit seperti kolesterol, asam urat,dll. Namun bila pola makan dan minum kita teratur dan seimbang empat sehat lima sempurna serta sesuai takaran yang dibutuhkan tubuh kita maka kita akan lebih sehat.
    • QS Al Infithar 6 – 8 : Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhan mu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan ( susunan tubuh ) mu seimbang, dalam Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh mu
Berikut adalah beberapa kata – kata yang di petik dari Filosofi Yin Yang berdasar teks asli dan kesamaan dengan Al Quran:
Filosofi Yin Yang Ayat Al Quran
Ri wang ze yue lai, yue wang ze ri lai
Ri yue xiang tui er ming sheng yan
Matahari berlalu kemudian bulan datang, bulan berlalu kemudian matahari datang, matahari dan bulan saling bergantian maka timbullah terang Dia memasukkan malam kedalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan menundukkan matahari dan bulan masing masing berjalan menurut waktu yang di tentukan…. ( QS Al Fatir 13 )
Dari uraian diatas tergambar bahwa beberapa filosofi China juga ada dalam Al Quran, mungkin ini salah satu alasan mengapa Rasulullah SAW berkata “ carilah Ilmu sampai ke negeri China”, karena banyak sekali yang dipelajari di sana, namun kita tetap harus bisa memilah, pemikiran atau filosofi yang sejalan dengan Al Quran dan yang tidak sejalan dengan Al Quran sehingga kita tetap berada dalam keimanan Islam.

YIN YANG

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

pramuka penggalang

| Rabu, 04 Mei 2011
Baca selengkapnya »

Pramuka Penggalang

Penggalang adalah sebuah tingkatan dalam pramuka setelah siaga. Biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 11-15 tahun.

Tingkatan dalam Penggalang

Berdasarkan pencapaian Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang dapat digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu:
  1. Penggalang Ramu
  2. Penggalang Rakit
  3. Penggalang Terap
  4. Penggalang Garuda
Tingkatan Penggalang juga memiliki Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kenaikan tingkat atau Tanda Kecakapan Umum (TKU) dan pendapatkan Tanda Kecapakan Khusus (TKK)

[sunting] Sistem Berkelompok

Setiap anggota Pramuka Penggalang dikelompokkan dalam satuan-satuan kecil yang disebut regu. Setiap regu terdiri atas 6 - 10 orang Penggalang. Regu dipimpin oleh seorang Pimpinan Regu (PINRU) yang bertanggung jawab penuh atas regunya tersebut. Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama binatang, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama tumbuhan, semisal anggrek, anyelir, mawar, melati.
Setiap empat regu dihimpun dalam sebuah Pasukan yang dipimpin oleh seorang Pemimpin Regu Utama (Pratama). Pratama adalah salah satu Pimpinan Regu dalam Pasukan tersebut.

[sunting] Satuan Terpisah

Pelaksanaan kegiatan kepramukaan dilaksanakan dengan Sistem Terpisah untuk satuan putra dan satuan putri. Dimana Pramuka Penggalang putra dikelompokkan dengan Pramuka Penggalang Putra lainnya dan dipisahkan dari satuan Pramuka Penggalang putri. Satuan ini dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina putra juga. Demikian sebaliknya untuk satuan Penggalang Putri.

[sunting] Kode Kehormatan

Kode kehormatan untuk Pramuka penggalang terdiri atas Janji (Satya) Penggalang yaitu Trisatya. Janji Pramuka Penggalang (Trisatya) berbeda dengan Siaga dan Penegak/Pandega. Dan Kode Moral (Dharma) Penggalang yang disebut Dasa Dharma. Dasa Dharma untuk Penggalang berbeda dengan Siaga dan Penegak/Pandega.
Berikut isi Trisatya Penggalang:
TRISATYA Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:
  1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mengamalkan Pancasila
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  3. Menepati Dasa Dharma
Berikut isi Dasa Dharma Penggalang:
DASA DHARMA
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

[sunting] Kegiatan Pramuka Penggalang

Kegiatan dalam tingkatan penggalang antara lain:
  • Lomba Tingkat, adalah pertemuan regu-regu Pramuka Penggalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan. Lomba tingkat dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat gugusdepan (LT-I), ranting (LT-II), cabang (LT-III), daerah (LT-IV), nasional (LT-V).
  • Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru), adalah pertemuan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru) dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru) Penggalang, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinru apabila dipandang perlu.
  • Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.
Dalam membuat peta, pramuka penggalang memiliki teknik tersendiri seperti peta pita dan peta lapangan. Peta pita dibuat oleh dua atau tiga orang yang biasanya mencatat posisi atau titik dari kompas bidik, kemudian orang yang lain akan mencatat kondisi sekitar dalam sebuah meja jalan. Meja lanan sendiri berbentuk papan seukuran kertas folio yang kemudian ditempel kertas yang digulung panjang
  • Latihan Bersama, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dari dua atau lebih gugusdepan yang berada dalam datu kwartir ranting atau kwartir cabang mapun kwartir daerah dengan tujuan untuk saling tukar menukar pengalaman. Latihan gabungan ini dapat dilaksanakan dalam bentuk lomba, seperti baris-berbaris, PPPK, senam pramuka dan sejenisnya.
  • Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu), perkemahan liburan dan sejenisnya.
  • Gelar (Demonstrasi) Kegiatan Penggalang, adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk keterampilan di hadapan masyarakat umum, seperti baris-berbaris, PPPK, gerak dan lagu, membuat konstruksi sederhana dari tongkat/bambu dan tali (pioneering), dan sejenisnya.
  • Pameran, adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka Penggalang kepada masyarakat.
  • Darmawisata, adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu, seperti museum, industri, tempat bersejarah, dan sejenisnya.
  • Pentas Seni Budaya, adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya para Pramuka Penggalang.
  • Karnaval, adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas Pramuka Penggalang.

pramuka penggalang

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 04 Mei 2011
With 0komentar
|
Baca selengkapnya »

Saka Wira Kartika
Satuan Karya Wira Kartika
ImageKodam IV/ Diponegoro dan Kwartir Daerah Jawa Tengah telah melakukan langkah cepat dalam upaya mewujudkan Saka Wira Kartika di Jawa Tengah. Berdasarkan Peraturan bersama Kasad dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan serta Sprint Kasad dan SK Kwarda Jateng, maka secara resmi Pimpinan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika Jawa Tengah dikukuhkan.
ImagePara Pimpinan Saka yang berupaya dan kerkewajiban merintis berdirinya Saka di Jawa Tengah itu, telah memperkenalkan bendera Satuan Karya Wira Kartika dengan warna dasar hijau tua, seperti tampak pada gambar, juga badge Saka maupun Tanda Jabatan.
Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :
1. Krida Survival
2. Krida Pioneer
3. Krida Mountainering
4. Krida Navigasi Darat
5. Krida Bintal Juang
ImageTiap Krida memiliki Spesifikasi materi pendidikan yang berbeda dengan krida lainnya.
Sudah barang tentu, di wilayah lainnya akan segera menyusul pembentukan Saka Wira Kartika. Generasi ini membutuhkan pendidikan dan latihan dalam upaya menghadapi tantangan ke depan, berpacu dengan kemajuan jaman dan tehnologi yang ternyata juga memiliki dampak dan pengaruh negatif yang sama cepatnya. Wassalam.

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Next
▲Top▲